PERBEDAAN NABI DAN RASUL

H.Rachmat.M,M
Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Nabi dan Rasul adalah dua gelar mulia yang diberikan Allah SWT
kepada hamba-hamba pilihan-Nya untuk membimbing manusia
Menuju Jalan Kebenaran.

Keduanya memiliki kesamaan sebagai utusan, tetapi ada Perbedaan  perbedaan signifikan di antara keduanya lho! 

Nabi diutus untuk melanjutkan ajaran sebelumnya, sementara Rasul membawa syariat baru dan biasanya diutus kepada kaum yang belum menerima wahyu sebelumnya. Pemahaman tentang perbedaan ini penting agar kita semakin mengenal sejarah para utusan Allah dan pesan mulia yang mereka sampaikan.

Sebagai seorang Muslim kita wajib mengetahui apa saja perbedaan Nabi dan Rasul. Mari simak beberapa perbedaan antara Nabi dan Rasul yang wajib kamu ketahui berikut ini!

Baca juga : Bacaan Doa Sholat Dhuha, Dzikir dan Keutamaan

Perbedaan Nabi dan Rasul

1. Menurut Pengertiannya

Dalam Islam, Nabi dan Rasul memiliki arti dan fungsi yang berbeda. 

Kata “Nabi” berasal dari “Naba,” yang berarti “dari tempat yang tinggi.” Secara istilah, nabi adalah laki-laki pilihan Allah SWT yang menerima wahyu, tetapi tidak wajib menyampaikannya kepada umat. Wahyu ini hanya untuk dirinya sendiri.

Sementara itu, “Rasul” berasal dari “Irsal,” yang berarti “pengutusan.” Rasul adalah utusan Allah yang diperintahkan menyampaikan wahyu dan membawa risalah kepada umat, berupa syariat baru atau pembaharuan ajaran sebelumnya. Hal ini dijelaskan dalam surat An-Naml ayat 35 yang berbunyi sebagai berikut:

 يَرْجِعُ ٱلْمُرْسَلُونَ

“Wa innī mursilatun ilaihim bihadiyyatin fa nāẓiratum bima yarji'u-mursalụn.”

Artinya: “Dan sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”.

2. Berdasarkan Jumlahnya

Jumlah Nabi yang diutus lebih banyak dari jumlah Rasul.

Nabi yang dikenal berjumlah sekitar 120.000, sementara rasul sekitar 313. Namun, yang wajib diketahui oleh umat Islam adalah 25 nabi dan rasul yang disebutkan dalam Al-Qur'an. 

Para nabi diutus untuk memberikan bimbingan kepada umat masing-masing, sedangkan para rasul membawa risalah atau syariat baru untuk disampaikan kepada umat manusia. Jumlah ini menunjukkan betapa luasnya kasih sayang Allah SWT kepada manusia, dengan memberikan banyak utusan untuk membimbing umat ke jalan yang benar. Hal ini diriwayatkan melalui hadits yang dari Abu Dzar sebagai berikut:

قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَمِ الْأَنْبِيَاءُ؟ قَالَ : مِائَةُ أَلْفٍ وَعِشْرُونَ أَلْفًا .

قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَمَ الرُّسُلُ مِنْ ذَلِكَ؟   علامة : ثَلَاثُ مِائَةٍ وَثَلَاثَةَ عَشَرَ

 جَمَّا غَفِيرًا ، ثُمَّ قَالَ : يَا أَبَا ذَرِّ أَرْبَعَةٌ سُرْيَانِيُّونَ : آدَمُ ،

Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan

 بِالْقَلَمِ ، وَنُوحٍ وَأَرْبَعَةٌ مِنَ الْعَرَبِ : هُودٌ ، 

Layanan Pelanggan dan Layanan Pelanggan

 عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Artinya: “Aku bertanya: 'Ya Rasulullah! Berapa jumlah Nabi?' Beliau bersabda, “Jumlah mereka 120.000 orang.” 

Aku bertanya lagi, 'Berapa jumlah rasul Ya Rasulullah?' 

Beliau menjawab, “Mereka 313 orang.” Kemudian Beliau bersabda, “Wahai Abu Dzar! 4 orang dari mereka dari bangsa Suryaniyah; yaitu Adam, Duduk, Idris dan Nuh. Sementara 4 dari bangsa Arab, yaitu Hud, Syu'aib, Saleh dan Nabi Muhammad SAW.” HR.Ibnu Hibban.

3. Berdasarkan Tugasnya

Nabi tidak memiliki kewajiban untuk menyampaikan wahyu dari Allah SWT kepada umatnya, sedangkan Rasul diamanahi tugas khusus untuk menyampaikan wahyu dan risalah-Nya. 

Rasul menyampaikan tiga ajaran pokok kepada umat manusia, yaitu: Akidah

jarkan bahwa hanya Allah SWT yang layak disembah karena Dia Maha Esa. Ini adalah dasar keimanan.

Syariat

Memberikan aturan hidup yang jelas, mengajarkan untuk menjauhi larangan dan menjalankan perintah Allah SWT.

Akhlak

Menuntun umat agar memiliki budi pekerti yang luhur dan selalu berbuat baik kepada sesama.

4. Berdasarkan Kitabnya

Nabi tidak diberikan kitab suci, melainkan hanya menerima wahyu untuk dirinya sendiri sebagai petunjuk dan panduan pribadi. Sementara itu, Rasul mendapatkan kitab suci yang harus disampaikan kepada umat manusia sebagai pedoman hidup. 

Contohnya, Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul terakhir menerima kitab suci Al-Qur'an untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia. Hal ini menjadi salah satu perbedaan mendasar antara nabi dan rasul dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai utusan Allah SWT.

Berikut ini 4 Rasul beserta kitab sucinya:

Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS

Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS

Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS

Kitab Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW

5. Perbedaan Dalam Menerima Wahyu

Nabi menerima wahyu dari Allah SWT dengan cara yang beragam, seperti melalui mimpi, ilham, atau perantara malaikat, namun lebih fokus pada dirinya sendiri dan tidak membawa syariat baru. 

Rasul, menerima wahyu melalui mimpi dan Malaikat Jibril, dengan tugas utama menyampaikan syariat baru kepada umat manusia. Rasul diutus untuk mengubah tata kehidupan masyarakat, sedangkan nabi lebih berperan melanjutkan atau memperkuat syariat yang telah dibawa oleh Rasul sebelumnya. 

6. Statusnya

Setiap Rasul adalah seorang nabi karena seorang Rasul pertama-tama harus mendapatkan wahyu dari Allah SWT dan diangkat menjadi Nabi. Namun, tidak semua Nabi adalah Rasul. 

Nabi menerima wahyu hanya untuk dirinya sendiri tanpa tugas menyampaikan syariat baru kepada umat manusia. 

Rasul, selain menerima wahyu, mempunyai kewajiban menyampaikan pesan Allah SWT dan membawa syariat baru untuk disampaikan kepada umat. 

Rasul dengan gelar Ulul Azmi adalah mereka yang memiliki keistimewaan luar biasa dalam menghadapi ujian berat saat menyampaikan ajaran tauhid Allah SWT. Gelar ini diberikan kepada nabi dan rasul yang menunjukkan tingkat kesabaran, ketabahan, serta keteguhan yang luar biasa dalam menjalankan tugas kenabian. Para Ulul Azmi memiliki peran besar dalam sejarah penyebaran Islam dan syariat Allah SWT.

Mereka yang termasuk dalam Ulul Azmi adalah:

Nabi Nuh AS  , Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS

Nabi Muhammad SAW

Baca juga : Pahami Perbedaan Qada dan Qadar dalam Islam

Rekomendasi Mukena Ternyaman

1. Set Doa Kejora Warna Swiss Blue 

(Lozy x Lesti Kejora)

 karya Lozy Hijab 

Sumber: ZALORA

Mukena set motif spesial kolaborasi Lozy X Lesty dengan bahan rayon yang adem dan lembut. Terdapat resleting sehingga bisa disesuaikan sesuai kebutuhan dipakai saat. Dilengkapi dengan mini pouch yang manis, membuatmu bisa beribadah dengan nyaman dimanapun. Tersedia dalam beberapa pilihan warna cantik yaitu abu-abu, hijau, pink, dan biru.

Baca juga : Doa Nabi Yunus, Amalan Mustajab Saat membantu

Itulah beberapa perbedaan Nabi dan Rasul yang harus kamu ketahui sebagai seorang Muslim.

Mau cari berbagai perlengkapan sholat yang berkualitas dengan harga terjangkau? 

Cek koleksi selengkapnya hanya di ZALORA! Dapatkan promo spesial yang menarik untuk Anda!

Penulis: Fitrian Nurentama

alfianitak14 Maret 2025baju

Seperti ini:

Navigasi pos

Sebelumnya

Posting sebelumnya:Bacaan Doa Sholat Dhuha, Dzikir dan Keutamaan

Berikutnya

Posting berikutnya:Karakteristik Bahan Baby Terry, Kelebihan dan Kekurangannya

Bacaan Ayat Kursi Arab, Latin, Beserta Latinnya

Contoh Khutbah Jumat Singkat dengan Berbagai Tema

Bacaan Doa Tahiyat Akhir Beserta Artinya

Bacaan Doa Ziarah Kubur Lengkap Beserta Arti

Ide Jokes Bapak - Bapak, Receh dan Menghibur!

1000 Nama Bayi Laki Laki Modern Beserta Artinya

Bacaan Doa Qunut Subuh Arab, Terjemahan, dan Tata Caranya

Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud Arab dan Latin Lengkap

Tata Cara Sholat Taubat Nasuha, Doa, Waktu Pelaksanaan Lengkap

Tata Cara dan Niat Sholat Qobliyah Subuh

Aksesoris

Mode

Kecantikan

Gaya Hidup dan Hobi

Kemewahan

Pengasuhan Anak

ANDA BARU DI ZALORA?

Dapatkan Rp 75.000 VOUCHER (ditambah dengan berita fashion dan peluncuran brand terbaru) hanya dengan berlangganan newsletter kami.

Layanan Pengaduan Konsumen

Email: customer@id.zalora.com

sumber : https://almanhaj.or.id/538-kacaunya-pikiran-ketika-shalat.html
------------------------------------------
sumber : https://almanhaj.or.id/538-kacaunya-pikiran-ketika-shalat.html
Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Referensi : https://almanhaj.or.id/276-perbedaan-nabi-dan-rasul.html
sumber : https://almanhaj.or.id/538-kacaunya-pikiran-ketika-shalat.html

Sumber :

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Referensi : https://almanhaj.or.id/276-perbedaan-nabi-dan-rasul.html

Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

Referensi : https://almanhaj.or.id/276-perbedaan-nabi-dan-rasul.html

Referensi : https://almanhaj.or.id/276-perbedaan-nabi-dan-rasul.html

Penulis Salinan Rachmat.M

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Nabi Adam Turun Kebumi

PENTINGNYA SILATURAHMI