PENTINGNYA SILATURAHMI

PENTINGNYA SILATURAHMI


”Menggali Makna dan Pentingnya 
Silaturahmi dalam Perspektif Islam: 
Kunci Harmoni dan Keberkahan Hidup"

21 Juni 2024  Prof. Dr. H. Munawir K., S.Ag., M.Ag.

Silaturahmi berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: "silah" 
yang berarti hubungan, dan "rahim" yang berarti kasih sayang.

Dalam konteks Islam, silaturahmi mengacu pada menjaga hubungan kasih sayang dan persaudaran persaudaraan dengan sesama manusia, terutama dengan keluarga dan kerabat.

Islam sangat menekankan pentingnya silaturahmi, baik dalam Al-Quran maupun hadits Nabi Muhammad SAW.

Silaturahmi adalah mempererat tali persahabatan yang sering dilakukan, terutama bagi umat Islam saat sedang melaksanakan hari raya  seperti pada hari Raya Idul Adha ini.

Silaturahmi adalah salah satu ajaran yang diperintahkan oleh Allah.

Dalam sebuah hadits bahkan Rasulullah menyebutkan bahwa orang yang menyambung tali silaturahim adalah orang yang beriman kepada hari akhir.

Dengan begitu, ternyata banyak keuntungan dan manfaat yang bisa didapatkan. 

Silaturahmi menurut Syariah juga merupakan praktik utama karena dapat membantu menghubungkan berbagai hal yang telah terputus. 

Hal ini sebagaimana dalam salah satu hadits:  

لَيْسَ الْوَاصِلُ بِالْمُكَافِيء وَلَكِنَّ الْوَاصِلَ الَّذِي إِذَا قُطِعَتْ رَحِمُهُ وَصَلَهَا 

"Bukanlah bersiaturahmi orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturahmi adalah yang menyambung apa yang putus," (HR Buhari)

Manfaat Silaturahmi Menurut Islm

1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

Menjalin silaturahmi adalah cara untuk memenuhi perintah Allah. 

Dalam hadits disebutkan:

       إِنَّ اللَّهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهُمْ قَامَتِ الرَّحِمُ فَقَالَتْ هَذَا مَقَامُ الْعَائِذِ بِكَ مِنَ الْقَطِيعَةِ قَالَ نَعَمْ أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكِ وَأَقْطَعَ مَنْ قَطَعَكِ قَالَتْ بَلَى قَالَ فَذَاكِ لَكِ 

(HR Bukhari Muslim).

2. Menjaga Kerukunan dan Keharmonisan Keharmonisan

Silaturahmi menjaga kerukunan dan keharmonisan dengan memaafkan kesalahan. 

Orang yang memutus silaturahmi dianggap perusak dan tidak masuk surga, sebagaimana hadits: (HR Bukhari dan Muslim). 

*لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ 

   (HR Bukhari dan Muslim). 

3. Dijauhkan dari Api Neraka 

    Silaturahmi adalah salah satu amalan yang menjauhkan dari neraka. 

    Hadits menyebutkan:

تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصِلَ الرَّحِمَ 

    (HR Bukhari dan Muslim).

4.  Menjadi Makhluk yang Mulia 

     Menjalin silaturahmi menjadikan seseorang dicintai oleh Allah dan           dianggap memiliki akhlak mulia. Hadits menyebutkan: 

   أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى أَفْضَلِ الْأَخْلَاقِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَعْفُو عَمَّنْ ظَلَمَكَ وَتَصِلُ مَنْ قَطَعَكَ وَتُعْطِي مَنْ مَنَعَكَ 

    (HR Ibnu Majah, At Tirmidzi).

5. Memperpanjang Umur dan Melapangkan Rezeki 

    Silaturahmi dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki.          Hadits menyebutkan:

 مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ 

    (HR Bukhari – Muslim).

 6. Mendapatkan Rahmat

 - Allah memberikan rahmat kepada orang yang menyambung                   silaturahmi dan memutus rahmat bagi yang memutusnya.

   Hadits menyebutkan:

           الرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُولُ مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللَّهُ. 

   (HR Abu Dawud).

  7. Masuk Surga

     Silaturahmi merupakan salah satu amalan yang membawa pahala           besar, termasuk-masuk surga.

     Hadits menyebutkan:

       يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ.

    (HR Ibnu Majah).

8.  Menghibur Kerabat

     Silaturahmi dapat menghibur dan membantu kerabat yang                     membutuhkan.

9.  Menggugurkan Dosa

    Berjabat tangan saat silaturahi dapat mengampuni dosa sebelum            berpisah. Hadits menyebutkan:

     (HR Abu Daud at-Tarmizin)

إِذَا الْتَقَى الْمُسْلِمَانِ فَتَصَافَحَا حُطَّتْ عَنْهُمَا  ذُنُوبُهُمَا كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا 

     (HR Abu Daud dan at-Tirmizi)

    10. Memperluas Ilmu dan Hikmah Hidup

    Silaturahmi memperluas wawasan dan ilmu melalui interaksi dengan        orang lain.

    Manfaat Silaturahmi untuk Kesehatan Fisik dan Mental

1. Mengurangi Stres dan Cemas

    Silaturahmi mengurangi stres dan kecemasan dengan berbagi cerita        dan membangun ketahanan mental.

   Membantu menjaga kesehatan mental anggota keluarga.

2. Meningkatkan Daya Ingat dan Mencegah Demensia

    Sosialisasi membantu menjaga daya ingat dan mencegah demensia        melalui interaksi sosial yang aktif.

3. Meningkatkan Imun Tubuh dan Memperpanjang Usia

    Silaturahmi meningkatkan sistem imun tubuh dan memperpanjang          umur dengan memicu hormon kebahagiaan (dopamin, oksitosin,            endorfin, serotonin).

4. Membantu Memecahkan Masalah

    Interaksi sosial dapat memberikan ide baru untuk menyelesaikan masalah dan        menciptakan peluang bisnis.

5. Menjaga Kewarasan dan Kesehatan Mental

   Silaturahmi menjaga kesehatan mental melalui interaksi fisik dan           emosional yang positif.

  Keutamaan dan Perintah Silaturahmi

1.Menjadi alasan manusia bisa masuk surga Allah. Hadits menyebutkan:

   يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلَامَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصِلُوا الْأَرْحَامَ وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ 

(HR Ibnu Majah, At Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

2. Allah memerintahkan silaturahmi dalam Al-Qur’an, surah An Nisa ayat      36:

       وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخ

3. Surah An-Nisa (4:1)

   يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Ayat ini menekankan pentingnya menjaga hubungan silaturahmi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan menunjukkan kasih sayang antar sesama manusia.

4. Surah Muhammad (47:22-23)

   فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ * أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ

Ayat ini menunjukkan bahwa memutuskan silaturahmi adalah perbuatan yang sangat buruk dan mendapatkan laknat dari Allah. 

Hadits Nabi tentang Silaturahmi

1. Hadits Riwayat Bukhari*

        “مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ" (رواه البخاري)

Hadits ini menegaskan bahwa menyambung silaturahmi memiliki dampak positif terhadap keberkahan rezeki dan umur seseorang.

2. Hadits Riwayat Muslim

     لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ" (رواه مسلم)

Hadits ini memperingatkan bahwa memutuskan silaturahmi adalah dosa besar yang bisa menghalangi seseorang masuk surga.

Qaul Sahabat dan Ulama tentang Silaturahmi

*1. Ali bin Abi Thalib RA

   صِلَةُ الرَّحِمِ تُطِيلُ الْعُمْرَ وَتُوَسِّعُ الرِّزْقَ وَتَجْلِبُ الْمَحَبَّةَ بَيْنَ الْأَهْلِ"

Ali bin Abi Thalib menekankan bahwa silaturahmi membawa keberkahan dalam hidup, baik dari segi umur, rezeki, maupun hubungan antar keluarga.

2. Ibnu Katsir

   صِلَةُ الرَّحِمِ هِيَ جُزْءٌ مِنَ الْأَخْلَاقِ الْفَاضِلَةِ وَتَعْبِيرٌ عَنْ عِبَادَةِ اللَّهِ. مَنْ يَحَافِظُ عَلَى صِلَةِ الرَّحِمِ سَيَحْصُلُ عَلَى خَيْرٍ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ"

    Ibnu Katsir menegaskan bahwa silaturahmi bukan hanya hubungan          sosial, tetapi juga bentuk ibadah yang mendatangkan kebaikan di            dunia dan akhirat.

3. Imam Al-Ghazali

   صِلَةُ الرَّحِمِ هِيَ بَابٌ لِنَيْلِ رِضَا اللَّهِ وَمَحَبَّةِ النَّاسِ. دُونَ صِلَةِ الرَّحِمِ، سَيَكُونُ الْقَلْبُ قَاسِيًا وَالْعَلَاقَاتُ ضَعِيفَةً"

Imam Al-Ghazali menggarisbawahi bahwa silaturahmi adalah kunci untuk mendapatkan ridha Allah dan membangun hubungan yang kuat dengan sesama manusia.

Implementasi dan Praktik Silaturahmi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Praktik Silaturahmi dalam Lingkungan Keluarga

1.   Mengadakan Pertemuan Keluarga Secara Rutin

Mengadakan pertemuan keluarga secara rutin, seperti makan malam bersama atau kumpul keluarga di akhir pekan, dapat mempererat hubungan antaranggota keluarga. Pertemuan ini menjadi waktu yang tepat untuk saling berbagi cerita, masalah, dan kebahagiaan.

2.   Menjaga Komunikasi yang Baik

Komunikasi adalah kunci dalam menjaga hubungan yang harmonis. Selalu berbicara dengan sopan dan penuh kasih sayang, serta mendengarkan dengan penuh perhatian, adalah cara untuk memastikan bahwa setiap anggota keluarga merasa dihargai dan dicintai.

3.   Mendukung dan Membantu Satu Sama Lain

     Anggota keluarga harus saling mendukung dan membantu, baik             dalam keadaan suka maupun duka. Ketika ada anggota keluarga            yang mengalami kesulitan, bantuan dan dukungan dari keluarga 

    sangat berarti dan dapat menguatkan ikatan keluarga.

4. Memaafkan dan Melupakan Kesalahan

    Tidak ada keluarga yang sempurna, dan setiap orang bisa berbuat          salah. 

    Memaafkan kesalahan dan melupakan dendam adalah cara yang            efektif untuk menjaga kedamaian dan keharmonisan dalam keluarga.

    Praktik Silaturahmi dalam Masyarakat

1. Berteman dengan Tetangga*

   Berteman dan menjalin hubungan baik dengan tetangga adalah               langkah pertama dalam menjaga silaturahmi di lingkungan sekitar.         Saling menyapa, mengunjungi, dan membantu tetangga dapat               menciptakan lingkungan yang harmonis dan aman.

2.Aktif dalam Kegiatan Sosial

   Mengikuti dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial seperti kerja bakti,     pengajian, dan acara kemasyarakatan lainnya adalah cara untuk             mempererat hubungan dengan sesama warga. Aktivitas ini juga dapat     meningkatkan rasa kebersamaan dan solidaritas di masyarakat.

3.Menjadi Pendengar yang Baik

  Menjadi pendengar yang baik ketika orang lain berbicara adalah salah      satu cara untuk menunjukkan bahwa kita peduli. Mendengarkan              dengan  empati dapat mempererat hubungan dan menghilangkan            perasaan kesepian atau keterasingan yang mungkin dirasakan oleh          orang lain.

 4. Membantu Mereka yang Membutuhkan

     Membantu orang lain, terutama mereka yang sedang dalam                   kesulitan, adalah bentuk nyata dari silaturahmi. Bantuan bisa berupa       materi, tenaga, atau hanya sekadar memberikan dukungan moral.           Tindakan ini dapat membangun hubungan yang kuat dan saling               menguntungkan.

     Praktik Silaturahmi dalam Lingkungan Kerja

1. Membangun Hubungan Profesional yang Baik

    Menjaga hubungan yang baik dengan rekan kerja, atasan, dan                bawahan adalah kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang            harmonis. Komunikasi yang baik, kerja sama, dan saling menghargai      adalah cara untuk membangun hubungan profesional yang kokoh.

2.Saling Mendukung dalam Pekerjaan

    Rekan kerja yang saling mendukung dan membantu dalam                      menyelesaikan tugas-tugas akan menciptakan suasana kerja yang          lebih positif. Bantuan kecil seperti memberikan saran, membantu            menyelesaikan pekerjaan, atau hanya sekadar memberi semangat          dapat meningkatkan rasa kebersamaan.

3. Mengatasi Konflik dengan Bijaksana

   Konflik di tempat kerja tidak bisa dihindari, tetapi cara mengatasinya       yang menentukan hubungan antarindividu. Menyelesaikan konflik           dengan cara yang bijaksana, mendengarkan kedua belah pihak, dan       mencari solusi bersama dapat menjaga silaturahmi di tempat kerja.

4.Menghargai Perbedaan

    Setiap individu memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda.         Menghargai perbedaan dan tidak memaksakan pendapat pribadi             adalah cara untuk menjaga hubungan yang harmonis di tempat kerja.

   Tantangan dan Solusi dalam Menjaga Silaturahmi

1. Kesibukan dan Waktu yang Terbatas

    Tantangan terbesar dalam menjaga silaturahmi adalah kesibukan dan      waktu yang terbatas. Solusinya adalah dengan menjadwalkan waktu        khusus untuk bertemu atau berkomunikasi dengan keluarga, teman,        dan kerabat. Teknologi seperti telepon dan media sosial juga bisa            dimanfaatkan untuk tetap terhubung.

2.Perbedaan Pendapat

   Perbedaan pendapat seringkali menjadi sumber konflik. Untuk                 mengatasinya, penting untuk selalu bersikap terbuka, mendengarkan       dengan empati, dan mencari titik tengah yang bisa diterima oleh             kedua  belah pihak.

3. Rasa Malu atau Canggung

Rasa malu atau canggung sering kali menghalangi seseorang untuk memulai atau menjaga hubungan silaturahmi. Mengatasi rasa ini bisa dimulai dengan langkah kecil, seperti menyapa atau mengirim pesan singkat. Lama-kelamaan, hubungan akan semakin akrab dan rasa canggung akan hilang.

4. Jarak Geografis

Jarak geografis bisa menjadi penghalang dalam menjalin silaturahmi. Namun, dengan kemajuan teknologi, jarak bukan lagi masalah besar. Video call, media sosial, dan aplikasi pesan instan dapat digunakan untuk tetap terhubung meskipun berada di tempat yang berbeda.

Kesimpulan

Silaturahmi memiliki peran penting dalam kehidupan, baik dalam konteks agama maupun kesehatan. Menjaga hubungan baik dengan sesama adalah salah satu cara untuk mendapatkan rahmat Allah dan berbagai kebaikan dalam hidup. Praktik silaturahmi bisa dilakukan dalam berbagai lingkungan, seperti keluarga, masyarakat, dan tempat kerja. Meskipun ada tantangan, dengan niat yang tulus dan usaha yang konsisten, silaturahmi dapat dijaga dan dipelihara. Dengan demikian, kita dapat menciptakan lingkungan yang harmonis, penuh kasih sayang, dan berkah, baik di dunia maupun di akhirat.

Menjaga silaturahmi adalah bagian dari ibadah yang sangat ditekankan dalam Islam. Mengikuti ajaran Al-Quran dan hadits Nabi, serta nasihat para sahabat dan ulama, akan membantu kita memahami betapa pentingnya hubungan baik dengan sesama. Dengan terus berusaha menjaga dan mempererat silaturahmi, kita dapat menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan penuh berkah.

Untuk menerapkan silaturahmi dalam kehidupan sehari-hari, berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan:

1. Mengadakan Kumpul Keluarga Rutin
 2. Mengatur pertemuan keluarga secara rutin, misalnya setiap                     minggu  atau  bulan, untuk saling berbagi cerita dan  kebahagiaan.
     Memanfaatkan Teknologi untuk Berkomunikasi

     Menggunakan media sosial,video call, dan pesan instan untuk tetap         terhubung dengan keluarga dan teman yang jauh.

3. Membangun Kebiasaan Menyapa Tetangga

     Menyapa dan berinteraksi dengan tetangga secara teratur untuk             membangun hubungan yang baik dan harmonis di lingkungan                 sekitar.

4. Berpartisipasi dalam Kegiatan Sosial

      Mengikuti kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggal, seperti kerja       bakti, pengajian, dan acara kemasyarakatan lainnya.

5. Menjadi Pendengar yang Baik

    Mendengarkan orang lain dengan penuh perhatian dan empati,

     serta memberikan dukungan moral saat mereka membutuhkannya.

6. Saling Membantu dan Mendukung

    Menawarkan bantuan kepada orang yang membutuhkan, baik dalam        hal materi, tenaga, maupun dukungan emosional.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, kita dapat menjaga silaturahmi dan memperkuat hubungan dengan sesama, serta mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

SEMOGA BERMANFAAT

Kampus 1

Jl. Sultan Alauddin No. 63 Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Kampus 2

Jl. H.M. Yasin Limpo No. 36, Kel.Romang Polong, Kec. Somba Opu, Kab Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia

Kontak (0411) 841879 (0411) 8221400

 kontak@uin-alauddin.ac.id

Social Media

Rachmat.M.M



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Nabi Adam Turun Kebumi

PERBEDAAN NABI DAN RASUL